
Bireuen – Persatuan Anak Watan Terengganu, Malaysia, melaksanakan Misi Bantuan Kemanusiaan bagi korban banjir Aceh di Kabupaten Bireuen yang berlangsung pada 30 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar wilayah terdampak banjir dan longsor, dengan fokus pada aksi kemanusiaan langsung di lapangan.
Sejumlah lokasi menjadi sasaran kegiatan, diantaranya Pondok Pesantren Modern Al Furqan serta wilayah Kecamatan Peusangan. Para relawan melakukan pembersihan lingkungan dan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.
Dalam pelaksanaan misi tersebut, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh turut mendampingi relawan. Kehadiran STAIN Meulaboh dipimpin langsung oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., yang ikut meninjau lokasi pondok pesantren serta sejumlah titik terdampak banjir dan longsor.
“Keterlibatan STAIN Meulaboh dalam misi ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan lintas negara yang mengedepankan nilai solidaritas dan kebersamaan,” ujar Prof. Syamsuar.
Kolaborasi kemanusiaan lintas negara ini menempatkan STAIN Meulaboh sebagai mitra kolaborasi. Secara kelembagaan, STAIN Meulaboh mendukung penuh pelaksanaan kegiatan kemanusiaan tersebut, sementara bantuan yang disalurkan oleh relawan langsung dialokasikan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Bireuen.
Sebanyak 48 relawan dari Negeri Terengganu terlibat dalam misi ini dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut difokuskan untuk membantu pemulihan kondisi lingkungan dan fasilitas umum pascabencana.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi kemanusiaan yang berkelanjutan serta semakin mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Aceh dan Malaysia dalam upaya penanggulangan dan pemulihan dampak bencana alam.[]