
MEULABOH – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata-1 Angkatan XX Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, Sebanyak 39 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan di gedung Pendidikan Terintegrasi. Kamis, 21 Mei 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, jajaran pimpinan kampus, anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya.
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag, dalam amanatnya mengajak seluruh wisudawan untuk menjadi alumni yang berintegritas, menjaga nama baik almamater, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Ia menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab besar lulusan dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan sosial.
“Kami berharap para lulusan mampu menjadi alumni yang membawa nama baik STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di tengah masyarakat. Jadilah pribadi yang memiliki integritas, moralitas, dan kapasitas keilmuan yang baik, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja,” ujar Prof. Syamsuar.
Wisuda kali ini STAIN Meulaboh menghadirkan Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA., CSEP., QIA., CGCAE., sebagai orator ilmiah. Kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi motivasi bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. H. Faisal Ali Hasyim menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan generasi dan bangsa. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
“Ilmu bukan sekadar simbol kelulusan, tetapi bekal untuk membangun peradaban, menghadapi tantangan kehidupan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari perkembangan teknologi, persaingan dunia kerja, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan problem solving.
“Tantangan dunia kerja hari ini menuntut generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, dan mampu menciptakan peluang. Kreativitas dan inovasi menjadi kunci penting dalam menghadapi perubahan zaman,” tegas Faisal Ali Hasyim.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, menghormati orang tua dan guru, serta memperkuat nilai spiritual dalam setiap langkah kehidupan.
Kegiatan wisuda berlangsung haru, STAIN Meulaboh turut mengumumkan lulusan terbaik yaitu mahasiswi Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Saflika Aprilia dengan IPK 3.84 dan Amelia dari Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dengan IPK 3.78.
Salah satu lulusan terbaik, Saflika Aprilia, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya selama menempuh pendidikan di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
“Alhamdulillah, pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang. Semua ini tidak lepas dari doa orang tua, dukungan dosen, dan semangat dari teman-teman selama perkuliahan,” tuturnya.

Melalui wisuda ini, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berharap para lulusan mampu menjadi generasi intelektual yang berakhlak, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa[]
HUMAS – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh