
MEULABOH – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual melalui seminar Membangun Rasa Aman yang diselenggarakan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Selasa, 20 Oktober 2026 di Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Seminar yang diikuti 250 mahasiswa dari berbagai program studi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mengenali, mencegah, dan menyikapi potensi kekerasan seksual guna mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan nyaman.
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., mengatakan edukasi menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran dan memperkuat komitmen sivitas akademika dalam mencegah kekerasan seksual.
“Seminar ini sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran bersama dalam mencegah kekerasan seksual. Kita berharap kegiatan ini mendorong seluruh sivitas akademika untuk lebih peduli dan bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman,” ujar Prof. Syamsuar.
Seminar ini turut menghadirkan Cut Sari Lizuarni, S.KM., M.Kes., dan Dr. Nur Kalis, S.Si., M.Sosio., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Cut Sari Lizuarni menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa mengenali perilaku yang melanggar batasan pribadi serta membangun interaksi yang sehat.
“Pencegahan dimulai dari kesadaran untuk menghormati batasan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.
Cut Sari Lizuarni juga mengingatkan mahasiswa agar peka terhadap situasi di sekitarnya sehingga mampu mengenali kondisi yang tidak aman dan mengambil langkah tepat ketika mengalami atau mengetahui dugaan kekerasan seksual.
Sementara itu, Dr. Nurkhalis,S.Sos.I, M.Sosio menegaskan bahwa lingkungan kampus yang aman tidak hanya bergantung pada aturan dan kebijakan, tetapi juga pada sikap saling menghormati serta kepedulian seluruh sivitas akademika. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak mengabaikan perilaku yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.
“Rasa aman tumbuh ketika setiap orang saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan berani mengambil sikap yang tepat,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan dan pelaporan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran website pelaporan kekerasan seksual melalui satgas.staindirundeng.ac.id. Platform tersebut dikembangkan oleh Tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) bersama PSGA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk memudahkan sivitas akademika menyampaikan laporan dugaan kekerasan seksual.
Melalui edukasi dan penyediaan akses pelaporan tersebut, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berharap dapat memperkuat budaya saling menghormati serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.[]
HUMAS STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh