
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar Workshop Content Digital Pembelajaran MI selama dua hari di Aula Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan bertema “Menjadi Guru Kreatif, Transformasi Materi Kelas ke Konten Digital Viral” ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sri Ayu Harani Tanjung, S.Pd., Gr, seorang guru sekolah dasar sekaligus creative educator & content creator, serta Ns. Maimun Thasir, S.Kep., CPS, yang dikenal sebagai professional content creator.
Ketua panitia, Maya Agustina, M.Pd., mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa calon guru MI dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran yang inovatif dan menarik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini,” ujarnya.
Sesi pertama Workshop dipandu oleh Sri Ayu Harani Tanjung yang fokus pada materi strategi pembuatan konten pembelajaran yang edukatif dan menarik. Ia menekankan pentingnya kreativitas guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter generasi digital saat ini.
“Materi pembelajaran tidak harus selalu disampaikan secara formal. Guru bisa mengemasnya menjadi konten kreatif yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami siswa,” ujar Sri.

Kegiatan ini diikuti oleh 95 perserta yang berasal dari Program Studi PGMI semester 4 dan 6. Peserta dibekali teknik penyusunan ide konten, penggunaan visual yang menarik, hingga strategi menyampaikan pesan edukasi melalui media social, Peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan pembuatan konten pembelajaran digital secara mandiri melalui sesi praktik dan diskusi interaktif.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata kampus khususnya Prodi PGMI dalam mendorong lahirnya calon pendidik yang kreatif dan adaptif di tengah perkembangan teknologi digital. Workshop konten digital ini diharapkan dapat melahirkan calon guru madrasah yang inovatif, kreatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.[]