
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh mengasah keterampilan berwirausaha melalui bazar yang menjadi bagian dari praktik pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan di Gedung Tarbiyah dan Keguruan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Senin 26 Oktober 2026
Bazar tersebut diikuti mahasiswa dari empat kelas, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI) Unit A, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Unit A dan Unit B. Mahasiswa terlibat langsung dalam menyiapkan produk, menentukan harga jual, memasarkan barang, hingga melayani transaksi dengan pembeli.
Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Dian Ayuningtyas, M.Pd., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam merencanakan dan menjalankan usaha. Melalui bazar, mahasiswa belajar menentukan produk, mengelola modal, menetapkan harga jual, memasarkan produk, hingga menghitung keuntungan.
“Melalui bazar ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kewirausahaan di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam merencanakan dan menjalankan usaha” ujar Dian.
Selain keterampilan bisnis, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, kemandirian, tanggung jawab, dan kejujuran mahasiswa. Interaksi langsung dengan pembeli menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan memberikan pelayanan yang baik.
Bazar tersebut menarik antusiasme warga kampus. Sejumlah mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan turut mengunjungi stan dan membeli produk mahasiswa.

Ketua Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Sullati Armawi, M.Pd., Ph.D., mengapresiasi pelaksanaan bazar sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan inovasi, dan melatih kemandirian. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik yang berkarakter, tetapi juga diharapkan mampu menjadi wirausahawan kreatif dan berdaya saing.
“Jurusan Tarbiyah dan Keguruan tidak hanya berkomitmen mencetak pendidik berkarakter, tetapi juga melahirkan wirausahawan yang kreatif dan berdaya saing. Saya berharap mahasiswa dapat menampilkan karya dan inovasi terbaik sebagai wujud perpaduan ilmu, dedikasi, dan kemandirian,” ungkap Sullati.
Melalui kegiatan ini, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan, kreativitas, dan kemandirian untuk mengenali peluang usaha serta mengembangkan bisnis di masa depan.