
NAGAN RAYA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, tepatnya di Gampong Babah Suak, pada Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan kebutuhan dasar masyarakat serta percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya pada sektor hunian dan pendidikan.
Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kehadirannya bersama Bupati Nagan Raya merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara optimal. Ia menegaskan bahwa warga tidak akan dibiarkan terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
“Insyaallah kami akan mengupayakan percepatan pembangunan hunian sementara yang lebih layak. Berdasarkan laporan, dibutuhkan sekitar 600 unit hunian sementara di kawasan Beutong Ateuh Banggalang,” ujar Kepala BNPB.
Hunian tersebut nantinya akan dibangun secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, serta dukungan langsung dari BNPB, termasuk penyediaan contoh rumah sebagai acuan pembangunan.
Selain hunian, Kepala BNPB menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama, yang kemudian diikuti dengan pemulihan layanan pendidikan. Menurutnya, pendidikan anak-anak korban bencana tidak boleh terhenti terlalu lama.
“Kita akan membuka sekolah darurat agar anak-anak tetap bisa belajar dengan baik. Pendidikan tidak bisa menunggu,” tegasnya. Hingga saat ini, Kabupaten Nagan Raya masih berstatus tanggap darurat, berbeda dengan sejumlah kabupaten lain di Aceh yang telah memasuki masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sementara itu, Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BNPB memberikan semangat dan dukungan besar bagi pemerintah daerah serta masyarakat. Ia berharap pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan suci Ramadan agar masyarakat dapat tinggal dengan lebih layak.
Terkait sektor pendidikan, Bupati Nagan Raya menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan pembangunan sekolah darurat untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang terdapat dua Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara Sekolah Menengah Atas (SMA) belum tersedia. Dari total bangunan sekolah, dua gedung mengalami kerusakan parah akibat bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Dar Kasih selaku Koordinator Program Pengabdian Kebencanaan Kolaborasi Perguruan Tinggi menjelaskan keterlibatan aktif STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam mendukung pemulihan pendidikan anak-anak korban bencana. Sebanyak 10 mahasiswa dari dua perguruan tinggi tersebut diterjunkan ke dua posko kebencanaan selama 22 hari.
“Perguruan tinggi menjalankan program pembelajaran tanggap darurat dengan model Belajar, Bermain, dan Mengaji (BBM). Selain itu, juga dilaksanakan program psikososial yang didukung oleh psikolog dari UIN Ar-Raniry, relawan, serta komunitas literasi lokal,” jelasnya.
KKN ini mendapat dukungan dari Program PPM CSR PT Bara Energi Lestari serta Pemerintah Daerah Nagan Raya.
Kunjungan Bupati Nagan Raya dan Kepala BNPB RI ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam percepatan penanganan bencana sekaligus pemulihan kehidupan masyarakat terdampak, khususnya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dengan sinergi kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi.[]
Kontributor: Cut Tiara (Mahasiswi Prodi KPI STAIN Meulaboh)
HUMAS – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh