
Sebanyak 113 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh disiapkan untuk mengabdi di 13 desa di Kabupaten Aceh Jaya melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tahun 2026.
Sebelum diberangkatkan, ratusan mahasiswa tersebut mengikuti uji kompetensi dan pembekalan di Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Meulaboh, Senin 6 April 2026.
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Khairudin Hasan mengatakan, uji kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan mahasiswa, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan, sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Untuk menjangkau seluruh wilayah secara merata, sebanyak delapan mahasiswa akan ditempatkan di setiap desa. Pola ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Khairuddin menjelaskan, KPM merupakan bagian penting dalam penguatan peran mahasiswa di tengah masyarakat.
Menurutnya, KPM bukan sekadar program akademik, tetapi juga menjadi ruang pengabdian nyata bagi mahasiswa untuk hadir, berkontribusi, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap sinergi dengan pihak kecamatan ini dapat memperkuat pelaksanaan program yang lebih terarah dan berdampak,” ujarnya.
Disamping itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan di wilayah penempatan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program KPM.
STAIN Meulaboh berkomitmen mensinergikan program KPM dengan agenda prioritas pemerintah daerah, seperti Festival Anak Saleh serta kebutuhan sumber daya manusia dalam pembinaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), seiring rencana Aceh Jaya sebagai tuan rumah MTQ mendatang.

Camat Setia Bakti, Aceh Jaya, Teuku Arif Alfian menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan KPM tahun 2026.
Dukungan tersebut mencakup fasilitasi koordinasi dengan pemerintah desa, serta bantuan administratif maupun non-administratif demi kelancaran kegiatan mahasiswa di lapangan.
“Kami memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan yang adaptif dan solutif sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, serta menjadikan ini sebagai peluang kolaborasi dengan agenda daerah,” ujarnya.
Teuku Arif Alfian berharap, mahasiswa dapat berkontribusi dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, seperti menghidupkan kegiatan remaja masjid, mendukung aktivitas Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di meunasah, serta terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pengajian dan khutbah Jumat.[]