Ketua STAIN Meulaboh Resmi Buka The 2nd MICONIS 2025, Bahas Transformasi Islam di Era Digital

Aceh Barat, Meulaboh – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag, secara resmi membuka kegiatan The 2nd Meulaboh International Conference on Islamic Studies (The 2nd MICONIS) tahun 2025. Acara bergengsi ini berlangsung selama dua hari, mulai 5 hingga 6 November 2025, di Aula Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Konferensi internasional ini mengusung tema besar “The Development of Islam in Southeast Asia: Education, Civilization, Law, Modern Fiqh Siyasah and Transformation in The Digital Era.” Tema tersebut menggambarkan semangat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk memperkuat kajian dan kolaborasi ilmiah seputar perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara dalam konteks pendidikan, peradaban, hukum, dan transformasi digital.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag menyampaikan bahwa The 2nd MICONIS menjadi forum penting bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap perkembangan keilmuan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Melalui The 2nd MICONIS 2025, kita berharap lahir gagasan segar dan hasil penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan Islam, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi umat dan masyarakat di era transformasi digital,” ujar Prof. Syamsuar

Acara pembukaan tersebut juga turut dihadiri oleh para pimpinan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai instansi dan perguruan tinggi. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara utama (keynote speakers) dari berbagai negara diantaranya dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi diskusi panel, presentasi hasil penelitian, dan seminar paralel yang membahas isu-isu terkini dalam bidang pendidikan Islam, fiqh siyasah modern, hukum Islam kontemporer, serta transformasi peradaban Islam di era digital.

The 2nd MICONIS 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam khususnya Barat Selatan Aceh, Kawasan Tenggara dan dunia sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang berdaya saing global.

Sambutan Ketua Panitia The 2nd MICONIS 2025, Ir. Hidayatul Fitri, S.T., M.Eng

Yang terhormat
Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M. Ag, Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, selaku Keynote Speaker. Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, Rektor Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, selaku Keynote Speaker kedua. Dr. Cecep Soleh Kurniawan, MA, speaker kita dari Brunei Darussalam. Yang kami hormati Prof. Dr. H. Syamsuar, Rektor STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, beserta seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan civitas akademika.

Yang kami muliakan para tamu undangan, para presenter dan participants, dari dalam dan luar negeri. Serta rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan konferensi ini dengan penuh dedikasi.

Hadirin yang berbahagia,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat, karunia, dan izin-Nya, kita semua dapat berkumpul dalam forum ilmiah internasional ini The Second Meulaboh International Conference on Islamic Studies (MICONIS) 2025, yang diselenggarakan oleh STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Konferensi ini merupakan lanjutan dari MICONIS pertama, dan alhamdulillah pada tahun ini kami menerima 230 abstrak dari para peneliti, akademisi, dan praktisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset dalam negeri dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, telah terpilih ratusan presenter untuk memaparkan hasil penelitian mereka, baik secara offline maupun online pada platform zoom meeting yang terdiri 23 group panel.

Kami sangat berbahagia karena kegiatan ini turut dihadiri oleh pembicara-pembicara paralel dari berbagai negara di Asia Tenggara — antara lain dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Vietnam. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kajian Islam di kawasan Asia Tenggara terus tumbuh dan bertransformasi secara dinamis di tengah perubahan global.

Hadirin yang kami hormati, adapun tema besar konferensi tahun ini adalah: “The Development of Islam in Southeast Asia: Education, Civilization, Law, Modern Fiqh Siyasah, and Transformation in the Digital Era.”

Tema ini merefleksikan atas perkembangan Islam yang tidak hanya berakar kuat pada tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tantangan zaman — terutama di era digital yang mengubah wajah peradaban dan cara manusia memahami, mengelola, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Kehadiran para keynote speakers kita hari ini — Prof. Arskal Salim dan Prof. Martin — menjadi kehormatan besar bagi kami. Pemikiran dan pengalaman beliau berdua di bidang pendidikan tinggi Islam dan pengembangan keilmuan Islam modern diharapkan dapat memperkaya perspektif kita semua dalam melihat arah transformasi keilmuan Islam di Asia Tenggara.

Kepada seluruh presenter dan participants, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi, kontribusi ilmiah, dan antusiasme yang telah diberikan.

Tanpa kehadiran dan karya Bapak/Ibu sekalian, konferensi ini tidak akan memiliki makna yang sebesar ini. Kami juga ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh semangat dari mengkonsep, persiapan hingga teknis acara, para sponsor dan mitra kerja yang mendukung terlaksananya kegiatan ini, serta semua pihak yang telah berkontribusi.

Hadirin yang berbahagia,
Kami berharap konferensi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi hasil penelitian, tetapi juga wadah untuk memperkuat jejaring akademik antar-negara, memperluas kerjasama lintas disiplin, dan menumbuhkan semangat kolaborasi dalam pengembangan studi Islam yang kontekstual, inklusif, dan berdaya guna bagi kemanusiaan.

Akhir kata, atas nama panitia, kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat kekurangan. Kami Berharap MICONIS 2025 menjadi ruang yang produktif untuk berdialog, meneliti, dan berkolaborasi demi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan peradaban Islam.[]

HUMAS – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Tags

Leave a comment