Ketua STAIN Meulaboh Dukung Rekonstruksi Peradaban Islam

Ketua STAIN Meulaboh, Prof Dr H Syamsuar MAg saat menghadiri Seminar Nasional Festival Muharram 1448 H/2026 M, Selasa 14 Juli 2026

Jakarta – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof Dr Syamsuar MAg menyatakan bahwa rekonstruksi peradaban Islam harus diwujudkan melalui penguatan pendidikan tinggi, pengembangan tradisi keilmuan, serta kolaborasi antar lembaga dalam menjawab berbagai tantangan global.

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan pemikiran, riset, dan inovasi yang mampu memberikan solusi atas persoalan kemanusiaan, lingkungan, serta dinamika sosial yang terus berkembang.

“Peradaban Islam dibangun di atas tradisi ilmu pengetahuan. Karena itu, PTKIN harus terus memperkuat budaya akademik, riset, dan kolaborasi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Prof Syamsuar di sela keikutsertaannya dalam Festival Muharram 1448 H/2026 M yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Prof Syamsuar menyampaikan, penguatan peran PTKIN menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan berbagai tantangan global yang membutuhkan pendekatan keilmuan sekaligus nilai-nilai keislaman yang moderat.

Ia menambahkan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun peradaban Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru’ dan menghadirkan pembahasan mengenai konflik kemanusiaan, krisis lingkungan, serta penguatan tradisi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).  

Syamsuar berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan kolaborasi yang dapat memperkuat kontribusi PTKIN dalam pembangunan sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, serta terwujudnya peradaban Islam yang inklusif, berkemajuan, dan relevan dengan perkembangan zaman.[]

Leave a comment