
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menyelesaikan kegiatan stock opname dan penyiangan koleksi tahun 2026 yang berlangsung selama dua pekan, 8–19 Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akurasi data koleksi sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan bagi sivitas akademika.
Kepala UPT Perpustakaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Zulyadi Miska SAg MSos, mengatakan stock opname merupakan agenda rutin yang penting untuk mengetahui kondisi riil koleksi serta menjadi dasar dalam pengembangan layanan dan pengelolaan perpustakaan.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencocokkan data koleksi dengan kondisi fisik di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada sivitas akademika,” ujarnya.
Pada tahap stock opname yang berlangsung 8–12 Juni 2026, tim melakukan pemeriksaan fisik koleksi, pencocokan data dengan sistem otomasi perpustakaan SLiMS, verifikasi barcode dan nomor inventaris, serta identifikasi koleksi yang hilang maupun salah penempatan.
Hasilnya, sebanyak 10.541 eksemplar buku berhasil terinventarisasi. Tim juga menemukan 403 judul buku yang berstatus missing atau belum terentri dalam sistem, 30 judul buku mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan belum memiliki barcode, serta 2.616 eksemplar buku yang tidak ditemukan saat pemeriksaan berlangsung.
Selanjutnya, pada 15–19 Juni 2026, perpustakaan melaksanakan penyiangan koleksi (weeding) terhadap buku-buku yang rusak, tidak relevan, atau memiliki jumlah duplikasi berlebih. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas, kemutakhiran, dan daya guna koleksi yang tersedia.
Berdasarkan data akhir kegiatan, UPT Perpustakaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh saat ini memiliki 4.059 judul koleksi dengan total 12.768 eksemplar buku. Sebanyak 93 eksemplar tercatat masih dalam status peminjaman oleh mahasiswa dan dosen.
Kegiatan yang melibatkan pustakawan serta mahasiswa Praktik Laboratorium Perpustakaan (PLP I) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) ini menjadi bagian dari komitmen perpustakaan dalam mewujudkan pengelolaan koleksi yang akuntabel, tertib administrasi, dan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal.[]