
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menerima kunjungan benchmarking Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon yang dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Rabu, 19 Juni 2026
Rombongan IAIN Takengon yang dipimpin Kepala LPPM, Dr. Muhammad Riza, MA, disambut Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Khairuddin Hasan, M.Pd., bersama jajaran pengelola P3M STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama antar Perguruan tinggi sekaligus menginisiasi pembentukan Forum Koordinasi LPPM/P3M PTKIN se-Aceh. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi lima PTKIN di Aceh dalam mengembangkan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Muhammad Riza menyampaikan bahwa IAIN Takengon saat ini sedang mempersiapkan berbagai program strategis seiring proses alih status menuju Universitas Islam Negeri (UIN). Salah satu fokus yang ingin dikembangkan adalah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dan konferensi ilmiah bertaraf internasional.
“Kami mendengar STAIN Meulaboh telah melaksanakan PkM internasional. Karena itu, kami berharap dapat berkolaborasi dalam program tersebut. Selain itu, kami juga berharap dapat membangun kerja sama penyelenggaraan konferensi internasional yang melibatkan seluruh PTKIN di Aceh,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Khairuddin Hasan menyatakan bahwa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menyambut baik kerja sama yang dibangun IAIN Takengon. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan reputasi lembaga.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka niat baik dari IAIN Takengon. Insyaallah, kolaborasi bidang PkM internasional dan konferensi ilmiah internasional dapat segera diwujudkan, bahkan dalam waktu dekat,” katanya.
Khairuddin menjelaskan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh memiliki pengalaman dalam pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional. Sejak 2023 hingga 2025, kampus tersebut telah tiga kali menyelenggarakan PkM internasional dengan lokasi kegiatan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.
“Kebetulan STAIN Meulaboh telah tiga kali melaksanakan PkM internasional sejak 2023 hingga 2025. Program tersebut telah terlaksana di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Pada tahun 2026 ini kami juga akan kembali mengirimkan mahasiswa ke luar negeri sebagai program lanjutan,” ujar Khairuddin.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan IAIN Takengon maupun PTKIN lainnya di Aceh, khususnya dalam pengembangan program internasional yang berdampak pada peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi landasan formal bagi kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dan IAIN Takengon berharap dapat memperkuat budaya riset, memperluas jejaring akademik, serta mendorong lahirnya program kolaboratif seperti PkM internasional dan konferensi ilmiah internasional.