
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh kembali menorehkan capaian di tingkat internasional. Kali ini, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., bersama dosen kampus setempat, Ahmad Fauzi, M.Pd., dipercaya sebagai penilai (assessor) dalam Kolokium Internasional Malaysia–Brunei Darussalam–Indonesia yang berlangsung di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, pada 1 Juni 2026.
Kolokium internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di tiga negara untuk mempresentasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan ilmiah. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Syamsuar dan Ahmad Fauzi bertugas menilai presentasi peserta serta memberikan masukan akademik guna menjaga kualitas dan standar ilmiah forum.
Keterlibatan Ketua dan dosen STAIN Meulaboh sebagai penilai menjadi bukti pengakuan terhadap kompetensi akademik yang dimiliki sivitas akademika kampus. Kepercayaan ini sekaligus memperkuat posisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam jejaring kerja sama akademik internasional.
Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum internasional merupakan bagian dari upaya kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
“Kepercayaan yang diberikan kepada STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk terlibat sebagai penilai dalam kolokium internasional ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab akademik. Kami berharap momentum ini dapat memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan budaya riset, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Partisipasi Prof. Syamsuar dan Ahmad Fauzi dalam Kolokium Internasional Malaysia–Brunei Darussalam–Indonesia menjadi salah satu wujud komitmen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global. Kehadiran keduanya tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata kampus dalam penguatan tradisi akademik dan riset internasional.[]
HUMAS – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh