Social Network

Adakan Pendampingan, P2M Target Perbaikan Akreditasi Prodi

Adakan Pendampingan, P2M Target Perbaikan Akreditasi Prodi

TIPD, STAIN Meulaboh - Dalam upaya meningkatkan standar layanan dan capaian Akreditasi pada 2020, Pusat Penjaminan Mutu (P2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh melakukan pendampingan penyusunan standar bagi berbagai program studi. Kamis, 28 November 2019.

Bertempat di Meukuta Coffe, kegiatan tersebut dihadiri para pimpinan program studi, turut hadir Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Dr. Inayatillah, M.Ag, Para Wakil Ketua dan Para Kajur.

Sekretaris P2M STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Putri Rahmawati, M.Hum menjelaskan kegiatan ini dimaksudkan untuk menformulasikan standar 9 dalam pengajuan akreditasi dan reakreditasi.

Lebih lanjut Putri yang juga merupakan dosen Bahasa Arab tersebut menjelaskan standar 9 merupakan standar yang meihat pada outcome program studi. Jika dibandingkan dengan standar yang dipakai sebelumnya yakni standar 7 lebih pada menilai dari sisi prosesnya.

“Sesuai intruksi BAN-PT akreditasi menggunakan standar 9 mulai diterapkan januari 2019, P2M melaksanakan kegiatan ini untuk mendampingi beberapa prodi yang akan melakukan re-akreditasi,” jelasnya.

Putri menambahkan, di STAIN Teungku Dirundeng ada beberapa prodi yang sudah menerapkan standar 9 yaitu, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) dan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam(PMI).

“Sementara prodi lain dalam tahapan formulasi, keseluruhan akan diarahkan pada standar 9 yang berbasis output,” ungkapnya.

Putri berharap, dalam proses re akreditasi dan pengusulan prodi baru standar yang diterapkan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mampu meningkatkan mutu layanan, baik layanan akademik dan non akademik. Dan tentunya hal tersebut juga akan menjadi modal penting dalam proses transformasi STAIN menjadi IAIN.

“Idealnya STAIN sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Kawasan barat-selatan Aceh memiliki mutu yang baik dan siap bersaing di era 4.0,” tandasnya.

Salah satu peserta yang juga merupakan Dosen pada Prodi IAT, Fadlurrahman Armi, MA mengatakan kegiatan tersebut memerikan wadah untuk koordinasi lanjutan pada prodi untuk mempersiapkan borang.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan tiap tahunnya, agar akreditasi yang ditargetkan dapat dicapai.[]

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


1001