Social Network

Dosen STAIN Rancang e-Learning Pertama di Kawasan Barsela

Dosen STAIN Rancang  e-Learning Pertama di Kawasan Barsela

TIPD STAIN, Meulaboh – Digitalisasi pendidikan bukan lagi merupakan hal baru. Menggunakan teknologi untuk mendorong peningkatan hasil proses pendidikan adalah arah yang ingin dicapai Indonesia sebagai salah-satu negara berkembang. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang akan bersaing diera disrupsi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh terus mengupayakan pemutakhiran setiap lini aktifitas pelayanan.

Hal ini pula yang mendasari Dua Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh untuk menciptakan situs e-learning sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar di kampus Keagamaan Islam tersebut. e-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Untuk kawasan Barat-Selatan Aceh penggunaan e-learning baru digunakan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh  

Dua dosen yang merintis konsep tersebut yakni Hijrah, M.Kom yang merupakan lulusan magister Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur Jakarta dan Mukhlizar, M.Si merupakan alumni ilmu Fisika Institut Teknik Bandung (ITB). keduanya juga tercatat sebagai pengelola Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UPT TIPD) STAIN Teungku Dirudeng Meulaboh.

Ditemui Rabu, 20 Oktober 2019, Hijrah mengatakan di era Industri 4,0 menuntut lulusan Perguruan Tinggi yang melek akan teknologi. Menurutnya dengan situs e-learning yang akan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran bisa menjawab tantangan global saat ini.

“Tidak hanya itu, adanya e-learning akan mendorong mahasiswa untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu,” tambahnya.

Hijrah menyampaikan dengan kondisi perkembangan seperti saat ini, setuju atau tidak kebutuhan digitalisasi akan terus dikembangkan kearah yang difokuskan pada produktivitas tanpa terbatas ruang dan waktu. Ia menambahkan saat ini situs e-learning sudah bisa digunakan melalui http://elearning.sipadu-stainmeulaboh.com/ namun masih dalam tahapan User Acceptence Testing (UAT).

“Selama tidak ada bug, maka memungkinkan untuk terus digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Mukhlizar memaparkan kendala-kendala yang terjadi dalam proses belajar-mengajar dikampus, juga menjadi alasan ia dan rekannya untuk terus mengembangkan e-learning. Ia memaparkan kendala-kendala dosen tidak hadir mengisi perkuliahan seperti dinas keluar kota atau melakukan penelitian keluar daerah dan sebagainya, sehingga mengakibatkan tidak tuntasnya capaian belajar yang tertuang dalam silabus, dapat diisi dengan e-learning.

“Belum lagi libur nasional, e-learning akan membantu para pendidik untuk berinteraksi dengan peserta didiknya,” jelasnya.

Ia menjelaskan hadirnya situs ini merupakan gagasan yang dibuat untuk memantik inovasi para dosen lain di STAIN untuk menciptakan hal-hal yang dapat menunjang kemajuan kampus. Mukhlizar meyakini para dosen memiliki konsep dan inovasi dibidang keilmuan masing-masing. Ia berharap hal tersebut bisa difasilitasi dan mendapat dukungan sivitas akademika.

“Kedepan kami akan berupaya terus mengembangkan e-learning ini, tidak menutup kemungkinan untuk dihadirkan dalam bentuk android apps,” ungkapnya.

Kepala UPT TIPD Junaidi, M.Kom.I mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh kedua dosen tersebut. Menurutnya, aplikasi e-learning  akan sangat membantu proses pengembangan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di era digital.

Namun ia menyampaikan, akan mempelajari lebih lanjut tentang sistem e-learning tersebut, jika memungkinkan untuk dikembangkan selanjutnya akan disampaikan ke pimpinan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kampus.[]

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


1001