Social Network

Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Akan Gunakan CBT

Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Akan Gunakan CBT

TIPD STAIN, Meulaboh – Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh direncanakan menggunakan Computer Based Test (CBT). Hal tersebut disampaikan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh usai mengikuti Focused Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN), di Bandung, Jawa Barat

Syamsuar yang ditemui pada Senin, 3 Desember 2018 di Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berpendapat dilakuakannya CBT sejalan dengan misi untuk mewujudkan industry 4.0 yang sedang banyak dicanangkan pemerintah. Ia menjelaskan hal tersebut harusnya dibarengi dengan persiapan dan penyedian sarana dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaannya.

Syamsuar berharap dengan dilakukannya CBT dapat menyaring calon mahasiswa yang melek teknologi dan memiliki softskill menggunakan perangkat lunak yang baik. Agar nantinya dapat membantu pengembangan program-program digitalisasi kampus

Adapun dalam FGD yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini melahirkan beberapa rekomendasi untuk pelaksanaan SPAN-UM PTKIN 2019 yaitu Pertama, pelaksanaan SPAN UM PTKIN 2019 direkomendasikan menerapkan seleksi berbasis IT dengan menggunakan Computer Based Test (CBT). "Ini untuk menjawab kekurangan sistem seleksi konvensional yang masih menggunakan Paper Based Test (PBT), sekaligus mendukung tuntutan perkembangan era industri 4.0 di Indonesia," tutur Ketua Pelaksana FGD Musafir Pababbari

Berdasarkan data evaluasi, pada 2018 hanya 3.580 orang peserta UM PTKIN menggunakan CBT. Tes tersebut dilaksanakan pada 48 PTKIN dengan menggunakan 177 ruangan.

Sementara, 99.936 orang peserta masih menggunakan PBT. Pelaksanaan tes dilakukan pada 5.080 ruang tes yang tersebar di 57 PTKIN.

Rekomendasi kedua, adalah perlunya revitalisasi dukungan dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

"Hal ini bertujuan untuk SPAN-UM PTKIN secara meluas di seluruh Madrasah dan Pondok Pesantren," tutur Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ini.

Ketiga, perlunya kebijakan alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung penguatan/peningkatan kapasitas pengelola sarana dan prasarana ICT di seluruh PTKIN.

Keempat, Kementerian Agama perlu merancang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Direktorat PTKI yang secara periodik melaksanakan sistem seleksi berbasis IT (CBT) dan hasilnya dapat digunakan PTKIN.

Selanjutnya, rasionalisasi alokasi kuota masing-masing pada jalur SPAN-UM PTKIN, menjadi rekomendasi kelima.

"Banyaknya calon peserta yang telah dinyatakan lulus akan tetapi tidak melakukan registrasi/daftar ulang, juga perlu diperhatikan," imbuh Musafir.

Penerimaan SPAN - UM PTKIN 2018 dari 1.155 program studi, jumlah pendaftar SPAN mencapai 436.898 dan yang diterima 88.783. Sedangkan UM dari 152.767 peminat yang diterima 55.446.

"Total keseluruhan dari penerimaan PTKIN 2018 dari 589.665 peminat, yang dapat diterima 144.229." jelas Musafir.

Dipublis TIM TIPD

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


1001