Social Network

Menag: Setiap Warga Negara Memperoleh Hak yang Sama

Menag: Setiap Warga Negara Memperoleh Hak yang Sama

Serpong (Diktis) --- Setiap warga Negara memperoleh hak yang sama, meski berbeda agama, etnis dan rasnya, sebab hak tersebut diberikan bukan atas dasar kesamaan agama atau keyakinan, tetapi atas dasar kesamaan sebagai warga Negara. Hal tersebut disampaikan saat menjadi Keynote Speech pada Annual Conference On Islamic Studies (AICIS) di Serpong, Selasa, (21/11).

Islam dalam sejarahnya memiliki pengalaman panjang dalam mengelola hubungan antara identitas keagamaan dan identitas kewarganegaraan. Kisah sukses bermula dari Piagam Madinah yang mengakui hak-hak kewarganegaraan bagi seluruh komponen masyarakat Madinah, terlepas dari perbedaaan agama, suku dan ras. Dengan tegas dinyatakan, “anna al-Yahûd Ummah, wal muslimîn ummah” (orang Yahudi dan Muslim adalah umat dalam ikatan identitas agama masing-masing), tetapi pada saat yang sama, “annal muslimiina wal yahuuda ummah” (kaum Muslim dan Yahudi adalah SATU UMMAH yang diikat oleh kesamaan sebagai warga negara). "Prinsipnya jelas, seperti kata Rasulullah, “lahum mâ lanâ wa `alayhim mâ `alayna” (mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita)," tegas Menag.

Konsep yang hampir serupa dibuat oleh para pendiri bangsa ini, yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat, ketika mereka bersepakat menetapkan Pancasila sebagai dasar dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dengan prinsip Bhineka Tunggal IKA dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Keragaman adalah keniscayaan, yang diciptakan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disinergikan sehingga menghasilkan kekuatan dan kemajuan,” tegasnya. “Muslim yang baik akan menjadi warga negara yang baik pula, membela dan mempertahankan Tanah Air adalah bagian dari upaya menegakkan agama,” tegas Menag.

AICIS 2017 ini dihadiri dari para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam baik negeri maupun swasta, akademisi luar dan dalam negeri, penggiat kajian Islam, dosen, dan masyarakat umum. AICIS ke 17 dengan tema Religion, Identity and Citizenship Horizons of Islam and Culture in Indonesia berlangsung pada 20-23 November 2017 di ICE BSD Serpong, Tangerang, Banten. (AN)

Tinggalkan Balasan

1001