Social Network

103 Peserta Ikuti Seleksi Program 5000 Doktor

103 Peserta Ikuti Seleksi Program 5000 Doktor

STAIN (Humas) - Program 5000 Doktor Kementerian Agama tahun 2017 sudah memasuki tahap seleksi. Sebanyak 103 peserta ikut dalam proses yang dipusatkan di Jakarta.

“Para peserta datang dengan biaya sendiri tersebut. Jika memenuhi syarat dan dinyatakan lulus, maka Ditjen Pendis akan memberikan beasiswa full,” tutur Kamaruddin di Jakarta, Kamis (20/07) lalu.

Seleksi Program Doktor ini terdiri dari tes tulis (essay), leaderless group discussion (LGD), dan interview. Dia berharap, peserta telah mempersiapkan diri dengan baik. "Harapan saya, semuanya layak dan lulus. Jadi, pada 2018, bisa langsung belajar," ujarnya.

Para peserta akan diuji oleh tim penguji Program 5.000 Doktor Luar Negeri Tahun 2017 yang telah dibentuk Ditjen Pendidikan Islam. Para penguji terdiri dari akademisi dan internal Kemenag. Mereka adalah Prof Kamaruddin Amin, Dr Moh Ishom Yusqi, Prof Nizar Ali, Agus Soleh M Ed, Prof Masdar Hilmy, Dr Suaidi Asyari PhD, Syafiq Hasyim PhD, Dr Hamka Hasan, Prof Liliek Tsuroyya, Arif Zamhari PhD, dan Rakhmat Hidayat PhD.

"Saya melihat, para penguji kita sangat representatif, mewakili perguruan tinggi berbagai negara," ujar Kamaruddin.

Sebanyak 103 peserta seleksi ini terdiri atas 73 laki-laki dan 30 perempuan. Mereka berasal dari Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Negeri dan Swasta, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) pada eselon 1. Mereka yang diterima akan belajar di 20 negara.

"Program 5.000 doktor kita, terbagi menjadi dua: 75% dalam negeri dan 25% luar negeri. Beberapa waktu lalu, kami ke Saudi, mendatangi 4 perguruan tinggi terbaik di sana. Peluang untuk kerja sama sangat besar,” katanya.

“Saudi, baik Makkah dan Madinah,  serta Mesir mempunyai tradisi keilmuan penting dan harus kita warisi, dengan disesuaikan dengan tradisi di negara kita," imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

1001