Social Network

STAIN Usulkan Enam Prodi Baru

STAIN Usulkan Enam Prodi Baru
Meulaboh - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengusulkan penambahan enam program studi baru guna memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan tinggi di daerah setempat.

Kabag Humas STAIN Meulaboh, Muksinuddin, S.Ag.MM di Meulaboh, Rabu mengatakan penambahan prodi tersebut juga merupakan bagian upaya mendukung perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi nasional dalam peningkatan kualitas pendidikan.
"Penambahan jumlah mahasiswa secara kuantitas harus dibarengi aspek kualitas, dari segi ilmu komunikasi pemasaran, promosi terbaik adalah pelayanan yang baik," ucapnya disela-sela wisuda 146 sarjana  strata satu angkatan ketiga.
Keenam prodi baru yang diusulkan penambahan pada tahun 2017 tersebut yakni, prodi Tadris Bahasa Inggris, Prodi Matematika, Prodi IPA, Prodi FISIKA, prodi Akutansi Syariah dan Prodi Managemen Keuangan Syariah dan Managemen Zakat dan Wakaf.
Saat ini jumlah total mahasiswa aktif kampus tersebut sekitar 2.000 orang yang ditampung pada tiga jurusan 11 prodi yakni, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam serta Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam.
Guna meningkatkan pelayanan pendidikan tersebut pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan gedung baru kampus STAIN TDM pada area seluas 50 hektare di kawasan Alu Penyareng, Kecamatan Meureubo.
"Kami senantiasa mengharapkan dukungan Pemerintah Daerah dan semua mitra kampus untuk mewujudkan kampus baru kebanggaan masyarakat barat selatan Aceh (Barsela) dalam membangun pendidikan lebih baik," katanya.
Pembangunan dimulai 2017 dengan total perencanaan awal senilai Rp23 miliar, tahap pertama mendapat kucuran dana Rp8 miliar dan pada 2018 anggaran pembangunan mencapai Rp19 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Pada tahun 2015 jumlah anggaran pembangunan kampus itu Rp5 miliar dan pada 2016 naik menjadi Rp13 miliar, pembangunan kampus tersebut untuk mempercepat peningkatan status perguruan tinggi negeri menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Melalui upaya demikian STAIN TDM dapat memberikan kontribusinya yang signifikan terhadap daya saing bangsa dan ikut aktif mensejahterakan masyarakat, sejalan dengan motto yakni keikhlasan, inovatif dan berahklak mulia, ujarnya.
Pada kesempatan yang sama disampaikan bahwa kampus tersebut masih membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017 melalui jalur mandiri, meskipun pendaftaran secara nasional berbasis online sudah selesai sebelumnya.
Dikatakan, tingkat kemampuan masyarakat masuk ke perguruan tinggi agama Islam masih tinggi, hanya saja pada wilayah tertentu di Aceh terbatas akses jaringan internet ataupun terbatas kemampuan menggunakan perangkat teknologi komputer.
"Ada beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru dan beberapa jalur seleksi secara online nasional tahun ini sudah selesai, tinggal jalur mandiri dan masih kita buka nanti sejak tanggal 1 Juni hingga 30 Juli 2017," tambahnya.

Tagged:

Tinggalkan Balasan

1001