Social Network

STAIN Yudisium 273 Lulusan

STAIN Yudisium 273 Lulusan

STAIN | Sebanyak 273 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengikuti yudisium sebagai kegiatan pengakuan akademik memberikan legalitas kelulusan kepada mahasiswa.

Ketua STAIN TDM Dr Syamsuar, M.Ag di Meulaboh, Rabu mengatakan dengan telah mengikuti yudisium dan menerima nilai kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik, maka mahasiswa bersangkutan telah memiliki legalitas menyandang sarjana sesuai program studi.

"Setelah mahasiswa mengikuti yudisium ini maka telah memiliki legalitas secara akademik seorang sarjana. Sandangan sarjana ini merupakan amanah, jadi gelar ini hendaknya dijaga dan digunakan sebagaimana mestinya," ucapnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam arahan singkat usai serimonial yudisium kepada 273 orang mahasiswa (i) yang terdiri dari 25 orang program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 49 prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) serta 153 orang dari Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dr Syamsuar menjelaskan, setelah yudisium secara legalitas akademik ini semua mahasiswa akan kembali ketengah masyarakat melaksanakan tugas berat menghadapi semua tantangan, baik pekerjaan maupun adaptasi lingkungan.

Dirinya yakin, dari lulusan ini telah memiliki Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT), terutama telah dinyatakan mampu dalam tahkim dan tahfidz (paham dan hafidz) Quran, yang merupakan kriteria minimal tentang pembelajaran pada perguruan tinggi agama Islam itu.

"Semoga saja semua yang telah mengikuti yudisium ini tidak bertemu dengan yang namanya "Abu Lahab", bilapun bertemu tantangan seperti perilaku orang hidup masa Rasulullah SAW demikian, kami yakin dan percaya semua bisa diantisipasi dengan tahkim dan tahfidz," sebutnya.

Dr Syamsuar menyampaikan, peserta yudisium diibaratkannya menerima "wahyu" atau perintah secara akademik melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar, lulusan STAIN TDM harus mampu mempertahankan nama baik perguruan tinggi.

Dia berpesan, seluruh lulusan tidak mengabaikan sholat lima waktu yang merupakan perintah Agama Islam, sebab kampus STAIN TDM juga merupakan perguruan tinggi yang konsen melahirkan sarjana yang beriman dan bertaqwa.

Disamping itu juga pihak civitas akademika terus berupaya menjadikan perguruan tinggi itu sebagai representatif dan menjadi pusat studi pengkajian ilmu agama Islam di Aceh melalui peningkatan status menuju Universitas Islam Negeri (UIN).

"Kami terus berupaya dalam peningkatan status kampus STAIN TDM, tidak lama lagi kita akan kedatangan 15 orang dosen doktor S3 yang kita sekolahkan baik di dalam maupun luar negeri,"katanya.(ant)

Tagged:

Tinggalkan Balasan

1001