Social Network

Sumber Daya Manusia di STAI Teungku Dirundeng

Sumber Daya Manusia di STAI Teungku Dirundeng

Sumber Daya Manusia yang dimiliki STAI Teungku Dirundeng Meulaboh meliputi Tenaga Dosen dan Tenaga Administrasi, serta para mahasiswa yang berpotensi. Sehubungan dengan rencana penegerian, STAI Teungku Dirundeng terus meningkatkan sumber daya manusia terutama lulusan S2 bagi dosen, dan tenaga administrasi sesuai dengan kualifikasi keilmuan.

1.      Dosen

Dosen pada STAI Teungku Dirundeng Meulaboh terdiri dosen tetap yayasan, dan dosen tidak tetap, serta Dosen Luar Biasa. Dosen tetap adalah dosen yang direkrut oleh yayasan (melalui ketua STAI) dan ditetapkan dalam surat keputusan. Sedangkan dosen tidak tetap berasal dari pegawai negeri dari instansi lain, atau dari praktisi yang memiliki kualifikasi sebagai dosen. Adapun Dosen Luar Biasa adalah Akademisi dari Perguruan Tinggi lain, yang memiliki kualifikasi dan keahlian yang mendalam. Adapun jumlah keseluruhan dosen STAI Teungku Dirundeng Meulaboh menurut kategorinya adalah:

Dosen Tetap                            :           42 orang

Dosen Tidak Tetap                  :           57 orang

Dosen Luar Biasa                    :           36 orang

 

2.      Tenaga Kependidikan

Sebagaimana tenaga dosen, tenaga administrasi juga memiliki peran yang sangat penting dalam kelancaran proses pendidikan.

 

Rekapitulasi Tenaga Kependidikan STAI Teungku Dirundeng Meulaboh

No

Unit Kerja

Jumlah

1

Akademik/Kurikulum

3

2

Tata Usaha

2

3

Kemahasiswaan

2

4

LP3M

2

5

Lab. Foto & Video

2

6

Lab. Komputer

2

7

Pengelola Web

1

8

Lab. Bahasa

2

9

Perpustakaan

4

10

Staf Prodi

7

11

Keuangan

2

12

Jumlah

29

 

3.      Alumni

Lulusan STAI Teungku Dirundeng Meulaboh dibekali dengan kemampuan beradaptasi dengan berbagai jenis lapangan kerja menurut bidang ilmunya masing-masing. Hingga saat ini, STAI Teungku Dirundeng Meulaboh telah mengeluarkan 2054 alumni dengan IPK rata-rata 3,23, dengan sebaran rata-rata IPK terus meningkat pada tiap tahunnya. Minimnya IPK sebagian mahasiswa dikarenakan mahasiswa lebih mengutamakan masa studi dengan cepat, daripada memperoleh nilai yang lebih baik.

Sebagian lulusan STAI Teungku Dirundeng Meulaboh melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya (S2), dan sebagian yang lain menempuh pekerjaannya masing-masing. Dari hasil penelusuran, lulusan yang melanjutkan studi pada jenjang berikutnya adalah lulusan yang memiliki IPK dengan rata-rata 3.43. sedangkan lulusan yang memperoleh pekerjaan adalah lulusan dengan rata-rata IPK 3.10-3.30. Tingkat kompetensi lulusan yang rendah tercermin pada bidang pekerjaan diluar bidang keahliannya. Tidak semua lulusan prodi Pendidikan Agama Islam menjadi guru pada instansi-instansi pendidikan (Negeri atau swasta), hal yang sama juga berlaku pada dua prodi lain yang telah menghasilkan lulusan; prodi Muamalah dan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

 

Tagged:

Tinggalkan Balasan

1001