Social Network

Sejarah STAI Teungku Dirundeng Meulaboh

Sejarah STAI Teungku Dirundeng Meulaboh

Pada zaman pergolakan Aceh melawan kezaliman penjajah Belanda, di Meulaboh  (sekarang Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat) terdapat seorang Ulama Besar yang mendirikan sebuah Dayah pusat pendidikan Islam di kawasan Rundeng Tuha (sekarang Kelurahan Rundeng Kecamatan Johan Pahlawan). Tokoh Ulama yang bernama Teuku Teungku Hasballah dilaqapkan dengan nama “Teungku Chik Dirundeng”. Saat kejatuhan Meulaboh yang bersamaan dengan syahidnya “Teuku Umar Djohan Pahlawan”, Teungku Chik Dirundeng pun mengalami nasib yang sama, malah sampai kini tidak diketahui pasti pusarannya, yang jelas beliau telah berjasa besar dalam usaha pembaharuan pendidikan Islam dan perjuangan menumpas penjajah di zaman itu. Selanjutnya, diketahui bahwa tidak ada penerus untuk aktivitas dayah tersebut, ia terkubur bersama dengan tumbuh suburnya rezim pemerintahan Ulee Balang yang berpihak kepada pemerintah Belanda dan Jepang.

Tahun 1983 para ulama dan pemuka masyarakat bekerjasama dengan pemerintah setempat merintis berdirinya suatu yayasan pendidikan yang sasaran utamanya adalah mendirikan Perguruan Tinggi Swasta. Ternyata, pada tahun 1984 Yayasan tersebut berhasil diwujudkan dengan nama “Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh”, yang mengabadikan nama “Teungku Chik Dirundeng “ tadi sebagai nama yayasan. Tepatnya tanggal 28 Agustus 1984 yayasan tersebut resmi terbentuk dengan Badan Hukum Akte Notaris “Hamonongan Silitonga” Banda Aceh Nomor 45 Tahun 1984. Yayasan ini bercita-cita membangun suatu wadah pendidikan tinggi di Aceh Barat, yaitu “Universitas Teuku Umar Johan Pahlawan”. Tentu cita-cita itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, persiapan ke arah itu dengan perhitungan ke depan yang matang dan pasti.

Langkah awal yang diupayakan adalah mendirikan “Sekolah Pembangunan Pertanian” yang diiringi dengan mendirikan “Akademi Pertanian Meulaboh” yang selanjutnya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Teungku Chik Dirundeng Meulaboh. Lembaga pendidikan tersebut bersifat umum dan kejuruan, untuk itu sangat perlu diimbangi dengan pendidikan agama, sehingga kehadiran lembaga pendidikan tinggi agama dilingkungan yayasan inipun harus segera diwujudkan. Dalam rentang waktu yang tidak lama, tokoh-tokoh masyarakat, para ulama yang dimotori oleh Departemen Agama Kabupaten Aceh Barat, MUI dan Korps Alumni IAIN Ar-Raniry (Koniry) Aceh Barat memprakarsai berdirinya Fakultas Tarbiyah di Meulaboh. Rumusan hasil kesepakatan tersebut diajukan kepada pihak Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh dan pada akhirnya disepakati untuk pendirian Fakultas Tarbiyah tersebut di bawah Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh dengan Surat Keputusan Nomor 06/Kep/YPRM/1985 tanggal 2 Januari 1985 yang diresmikan oleh Bupati KDH Tk. II Aceh Barat H. Malik Ridwan Badai, SH.

Satu tahun kemudian, Fakultas ini mendapat status izin opersaional dari Kopertais Wilyah V Aceh  (surat Nomor : IN/3/3369.A.I/1986 tanggal 17 Desember 1986) dan sejak itu pula proses administrasi dan akademik dilaksanakan, Tahun 1990 Fakultas Tarbiyah memperoleh status resmi: "Terdaftar” dengan SK Menteri Agama RI Nomor: 60 tahun 1990, dengan nama: Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Teungku Dirundeng Meulaboh dengan jurusan Pendidikan Agama Islam” Untuk empat tahun kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah mampu memperpanjang statusnya terdaftar dengan SK Menteri Agama RI Nomor:   346/ tahun 1995.

 

Pada tahun 2000 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Teungku Dirundeng Meulaboh mendapatkan status “Terakreditasi" dari Badan Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI Nomor: 010/BAN-PT/AK-IV/VI/2000 tanggal 23 Juni 2000 dengan peringkat B. Tahun 2003, terjadi perubahan status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Teungku Dirundeng, seiring dengan dibukanya dua prodi baru: prodi Muamalah dan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, dengan Surat Keputusan Derektur Jenderal Pendidikan Agama Islam Nomor : Dj.II/  34  /2003 tanggal   17 April    2003. Sampai saat ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Teungku Dirundeng memperoleh izin dari Kementerian Agama dengan no: Dj.I/ 201 /2008 tanggal   20 Juni 2008, dengan jangka waktu operasional lima tahun. Sampai saat ini, telah diajukan permohonan perpanjangan ijin penyelenggaraan kepeda Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Pada tahun 2010, prodi Pendidikan Agama Islam mendapat pembaruan status terakreditasi dengan peringkat B,  dilanjutkan dengan akreditasi prodi Muamalah dan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam pada tahun 2011, masing-masing dengan peringkat C.

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

1001